Marah (angry) boleh, tetapi
jangan menjadi orang yang mempunyai sifat pemarah (anger).
Sebenarnya inti dari kemarahan adalah adanya rasa benci sebab apa yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan. Teman dari sifat pemarah adalah adalah sikap yang sinis dan perilaku yang agresif.Si pemarah merasa dirinyalah yang paling baik dan benar. Ada pula ahli yang mengatakan sikap pemarah ini adalah kebiasaan. Sebab sering dipenuhi kehendaknya jika ia “meledak marah” ketika kecil, jadi berlanjut hingga dewasa.
Beberapa sarannya untuk mengurangi marah adalah
1. Buatlah peta kebencian
Untuk lebih mengerti diri sendiri dan kemarahannya, catatlah dengan teliti tiap hari pikiran dan perasaan marah yang muncul. Dari dongkol kecil-kecilan sampai kemarahan yang hebat. Catatlah kapan, mengapa, 2. Uji kembali pikiran yang menimbulkan marah
Kalau Anda memaki-maki di sepanjang jalan yang macet, hasilnya jalanan tUjilah pikiran dan perasaan Anda, buat apa marah-marah di jalan macet, bukankah lebih baik memutar kaset dan ikut bernyanyi? Buat apa anak dimarahi sebab bajunya kena saus tomat. Itu kan lumrah, namanya juga anak kecil. Untung sendoknya tidak tertelan.
3. Stop
Ini adalah model Ornstein. Kalau merasa darah sudah naik ke kepala, 4. Alihkan perhatian
Thomas Jefferson bilang, bila Anda marah berhitunglah dari satu sampai 5 Relaksasi
Cari posisi beristirahat yang enak, tarik napas panjang yang Atau sebut kata: “tenang-tenang-tenang” berulang kali dengan tarikan napas panjang. Bagi yang religius lebih mudah, sebab dapat berdoa atau shalat, ini sangat menenangkan.
6. Belajar mendengarkan
Kekurangan dari orang pemarah adalah sangat sukar untuk mendengarkan pendapat orang lain sebab ia merasa pikiran dan pendapatnya adalah yang paling baik. Sikapnya yang sinis dan siap menyerang tiap pendapat orang lain yang dicurigai sebagai buruk, membuat dia “tuli” pada kebenaran lawan bicaranya.ref:http://rumahkonsultasianak.wordpress.com
Posting Komentar